Twitter Berantas 9,9 Juta Akun Spam Sepanjang Mei 2018

By: Handayani | Berita IT | 01 Jul 2018 | Dibaca: 99 kali

Twitter merupakan salah satu media sosial yang kerap diserbur netizen untuk mencari berita. Menyadari hal tersebut, kini Twitter diketahui tengah berupaya meningkatkan kualitas percakapan di platformanya. Salah satu yang dilakukan dengan memberantas akun-akun spam. Keberadaan akun-akun palsu, spam dan bot di Twitter tentunya sangat menganggu bagi pengguna. Karenanya, kini pihak Twitter tengah mengembangkan perangkat machine learning yang mampu mengidentifikasi dan mengatasi jaringan akun yang termasuk ke dalam kategori spam dan bot secara otomatis. Alhasil mereka dapat mengatasi upaya memanipulasi percakapan di Twitter dalam skala besar, lintas bahasa dan zona waktu, tanpa mengandalkan laporan semata.

Dampak yang diberikan oleh perangkat machine learning tersebut cukup positif. Disebutkan bahwa pada Mei 2018 lalu, sistem Twitter mengidentifikasi dan melakukan tindakan pada lebih dari 9,9 juta akun spam atau bot per minggunya. Angka itu naik dari 6,4 juta pada Desember 2017 dan 3,2 juta pada September di tahun yang sama. Karena peningkatan teknologi dan proses selama setahun terakhir, Twitter mengaku telah bisa menghapus 214% lebih banyak akun yang melanggar kebijakan mereka terkait spam dari tahun ke tahun.

Pada waktu yang bersamaan, jumlah rata-rata angka laporan terkait spam yang diterima terus menurun. Dari rata-rata 25.000 per hari pada bulan Maret menjadi sekitar 17.000 per harinya pada bulan Mei. Twitter juga melihat penurunan sebanyak 10% pada laporan terkait spam melalui penelusuran. Penurunan ini menggambarkan bahwa pengguna menghadapi lebih sedikit spam di linimasa, fitur penelusuran, dan seluruh produk Twitter.

Meski telah terjadi penurunan, Twitter akan terus manipulasi platform dan spam. Ada empat langkah baru yang diambil Twitter untuk mengatasi masalah tersebut. Pertama, mengurangi visibilitas akun yang mencurigakan berdasarkan metrik cuitan dan akun tersebut. Kedua, memperbaiki proses pendaftaran. Ketiga, mengaudit akun-akun yang ada untuk melihat ada tidaknya tanda-tanda pendaftaran otomatis. Terakhir, perluasan sistem pendeteksian perilaku berbahaya. Selain itu, Twitter juga mengimbau pengguna untuk melakukan pencegahan secara prefentif dengan cara mengaktifkan two-factor authentication, melakukan peninjauan berkala untuk semua aplikasi pihak ketiga, dan disarankan tidak menggunakan kata sandi yang sama dengan platform lain.

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!

© Copyrigth @ BeritaNet.co.id 2018
beritanet.co.id v. 0.0.0.2015