Hadirkan Layanan Digital Untuk Pasien, Alibaba Gandeng Merck

By: IY**** | Berita IT | 26 Jun 2018 | Dibaca: 761 kali

Alibaba kembali menggulirkan layanan terbaru. Kali ini, raksasa e-commerce Tiongkok itu tak bekerja sendirian. Menggandeng Merck, e-commerce tersebut mengumumkan kesepakatan untuk menghadirkan layanan perawatan kesehatan yang terpusat pada pasien dengan kualitas lebih baik, baik untuk pasien maupun keluarga pasien di China.

Saat acara penandatangan kesepakatan di Shanghai, keduanya menyatakan kolaborasi itu akan terkonsentrasi di area pelacakan obat dan pelayanan kesehatan melalui internet. Disebutkan bahwa keduanya akan melakukan eksplorasi area tersebut bersama-sama dengan memanfaatkan e-commerce farmasi dan kecerdasan buatan. Dalam kerja sama ini, Alibaba akan memanfaatkan platform pelacakan obat miliknya, Alibaba Health. Selanjutnya, Merck akan menggunakan keahliannya dalam hal diabetes, kelainan tiroid dan penyakit kardiovaskular dengan Alibaba Health di ranah perawatan kesehatan online.

Kedua perusahaan juga mengatakan rencananya mengeksplorasi pengaplikasian layanan perawatan kesehatan online, termasuk model Direct-to-Patient dan pengaktifan Artificial Intelligence pada pengaplikasian perawatan kesehatan. Selain itu, Alibaba juga akan mengimplementasikan strategi Double H (Health dan Happiness). Tujuan dari terbosan ini adalah tersedianya layanan kesehatan yang mudah diakses, terjangkau dan adil, dengan memanfaatkan ekosistem kesehatan khususnya dan teknologi inovatif karyanya.

Masih menyoal ihwal kerjasama antara Alibaba dan Merck. Kolaborasi keduanya merupakan langkah yang sesuai dengan kebijakan pemerintah Negeri Tirai Bambu yang baru terkait perkembangan teknologi medis. Pemerintah setempat memiliki inisiatif “ Helathy China 2030” sebagai rencana strategi jangka panjang di sektor kesehatan.

Sementara, pengembangan teknologi menjadi hal yang penting yang tengah digenjot pemerintah Negeri Panda. Hal ini bisa menjadi kabar baik bagi para perusahaan teknologi.

Bagi perusahaan lokal, kabar ini jelas merupakan angin segar sehingga bisa memperluas atau unjuk gigi akan kiprah dan kemampuannya. Namun, bagi perusahaan asing, kebijakan baru negara dengan penduduk terpadat di dunia itu juga sangat menguntungkan.

Mereka memiliki kesempatan untuk menanampkan pengaruhnya atau ekspansi pasar. Seperti yang dilakukan Google baru-baru ini  dengan melakukan investasi ke e-commerce JD.com—rival Alibaba. Berkolaborasi dengan Google, bagi JD.com menguntungkan karena perusahaan  memiliki kesempatan untuk bersaing dengan Amazon yang selama ini dikenal sebagai rakasasa e-commerce Barat.
Sementara bagi Google, langkah ini merupkan jurus strategis untuk menembus “kerasnya Tembok China” yang selama ini sulit dilakukan oleh kebanyakan perusahaan “Barat” lantaran alasan keamanan.

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!

© Copyrigth @ BeritaNet.co.id 2018
beritanet.co.id v. 0.0.0.2015