Kecanduan Game Masuk Kategori Gangguan Mental (Bagian 3-Habis)

By: IY**** | Berita IT | 06 Jan 2018 | Dibaca: 226 kali

Pendapatnya itu disokong oleh pengkategorian permainan game sebagai cabang dari e-sport. Layaknya olahraga fisik, para pecandu game atau bisa dikatakan sebagai atlet e-Sport diharuskan memiliki kondisi fisik yang bugar serta nutrisi yang cukup. Pasalnya, bermain game juga menguras stamina karena pemain harus mencurahkan pikirannya untuk menjalankan strategi bermain.

Meski demikian, tak dipungkiri bahwa bermain game secara berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik dan sosial lainnya bukan merupakan hal baik. Mengingat hal tersebut, tetap diperlukan kontrol dari pihak medis saat kegiatan telah menggangu aktivitas rutin harian.

Demikian ‘bahayanya’ kenduan game, membuat beberapa negara pun sangat berhati-hati mengatur warganya dalam bermain game. Korea Selatan yang dikenal sebagai negara yang mengedepankan teknologi dan banyak memiliki vendor teknologi saja memiliki aturan bermain yang ketat, terutama bagi anak-anak. Pemerintah negara ini menetapkan akses game online oleh anak anak berusia bawah 16 tahun di antara tengah malam hingga pukul 6 pagi sebagai tindakan yang ilegal.

Tak jauh berbeda dengan Negeri Gingseng, Jepang juga memiliki kebijakan serupa. Negeri Sakura ini mengeluarkan peringatan para pemain jika telah bermain game melebihi batas waktu yang telah ditentukan perbulannya. Sementara itu, di China, raksasa Internet Tencent membatasi jam pada pemainan yang populer di kalangan anak-anak.

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!

© Copyrigth @ BeritaNet.co.id 2018
beritanet.co.id v. 0.0.0.2015