Uber Perluas Bisnis ke Kartu Kredit

By: IY**** | Corporation | 14 Nov 2017 | Dibaca: 1022 kali

Uber memperluas bisnisnya di ‘luar bidang’ yang selama ini menjadi fokusnya. Selama ini startup asal San Fransisco, Amerika Serikat ini dikenal sebagai perusahaan dengan layanan pemesanaan kendaraan online. Namun, kini Uber juga menjajal melebarkan sayap ke bisnis kartu kredit.

Sehubungan dengan ekspansi bisnisnya itu, perusahaan tersebut telah menjalin kerjasama dengan Barclays dan Visa dalam konferensi Money2020 di Las Vegas. Dengan terjun ke bisnis kartu kredit, Uber akan bisa mendapatkan informasi pelanggan. Jurus ini sekaligus membuktikan Uber ingin memiliki peran lebih besar dalam perdagangan baik online maupun offline.

Disebutkan bahwa mulai 2 November mendatang, Uber akan memberikan opsi pada pengguna untuk mendapatkan kartu kredit di aplikasinya. Tak hanya itu, Uber juga akan mengisi informasi yang mereka punya terkait pelanggan pada formulir pendaftaran. Pengguna juga bisa mendaftar kartu kredit secara online.

Mereka akan mengetahui pemintaannya mengajukan kartu kredit disetujui atau tidak hanya dalam beberapa menit. Namun, kartu fisiknya baru akan sampai di pengguna sekitar seminggu kemudian melalui pos. Kartu kredit itu, bisa digunakan memesan transportasi Uber dan membeli makanan melalui UberEats.

Guna menarik minat pengguna menggunakan kartu krredit, Uber memberikan bonus sebesar USD100 setelah pengguna melakukan pembelian senilai USD500 menggunakan kartu itu dalam waktu 90 hari. Di samping itu, terdapat pula penawaran lain seperti diskon 4 persen pada pembelian di restoran, diskon 3 persen untuk pembelian tiket pesawat dan hotel. Ada pula diskon 2 persen untuk pembelian online dan diskon 1 persen untuk segala hal yang lain.

Iming-iming berupa bonus USD50 setelah berbelanja USD5,000 menggunakan kartu itu selama setahun juga diberikan untuk mendongkrak pengguna kartu kredit. Sementara itu, meski dengan kartu kredit itu Uber bisa mendapatkan banyak informasi pengguna, tetapi mereka berkomitmen tidak akan menjual data tersebut. Hal tersebut diungkapkan Global Head of Business & Corporate Development, Uber, David Richter.

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!

© Copyrigth @ BeritaNet.co.id 2017
beritanet.co.id v. 0.0.0.2015