Drone Pun Tak Luput dari Peretasan (Bagian 2)

By: IY**** | Security | 04 Aug 2017 | Dibaca: 115 kali

Akbar mengatakan potensi peretasan pada pesawat tanpa awak itu bisa ditelusuri pada kesalahan yang dibuat oleh DJI dalam meninggalkan kode debug pengembangan di aplikasi DJI Assistant 2. Perubahan bisa dilakukan dengan memberi komentar satu baris pada sebuah file dan menetapkan flag debug dari false ke true. Nah, hal ini menunjukkan serangkaian parameter yang memungkinkan peretas mematikan pengamanan.

Mengingat adanya celah tersebut, sebenarnya DJI sudah diperingatkan berulang kali. "Paling tidak sejak bulan puasa kemarin kami sudah disibukkan untuk melakukan antisipasi dan mitigasi terhadap perubahan kemampuan yang ada pada drone DJI, walaupun sebenarnya non-DJI drones yang rakitan dapat juga dilakukan hal yang sama,” tandasnya.

Ia pun mengimbau pengguna drone tersebut untuk berhati-hati. “Pengguna DJI Drone diharapkan tidak sembarangan melakukan patch dari sumber yang tidak terpercaya, karena justru dapat menjadi masalah di kemudian hari. Misalnya, ada patch yang justru memberikan seperti countdown pada tanggal tertentu drone tersebut akan shutdown atau tidak bisa digunakan,” terangnya memberi peringatan.

Masih menyoal peretasan drone. Kekhawatiran peretasan perangkat tersebut terletak pada risiko keamanan aplikasi yang ditimbulkan oleh adanya kode debug DJI dalam aplikasi publik yang dirilis. Pasalnya, hal ini bisa menciptakan jalur belakang atau backdoor bagi hacker untuk ikut campur dengan teknologinya. Akbar mengatakan, bahkan telah terbentuk kelompok pengamat dan hacker DJI drone di Facebook untuk mengembangkan aplikasi DJI-Go versi hacker.

Pengembangan aplikasi versi peretas itu tak hanya melanggar undang-undang, tetapi juga bisa menimbulkan bahaya. Hal tersebut mengingat fokus utama dari upaya itu adalah menghapus pembatasan ketinggian. Padahal, seperti diketahui, drone harus mengikuti aturan main dalam penerbangannya agar tidak menggangu keselematan umum.

"Fokus utama dari upaya ini adalah menghapus pembatasan ketinggian dengan upaya terus-menerus untuk menghapus zona larangan terbang. Pengguna telah dapat meningkatkan jangkauan radio, yang melanggar Undang-undang, terutama di Uni Eropa," jelas Akbar lebih lanjut.

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!

© Copyrigth @ BeritaNet.co.id 2017
beritanet.co.id v. 0.0.0.2015