NATO Perlu Tanggapi Ransomware Petya? (Bagian 2)

By: IY**** | Security | 15 Jul 2017 | Dibaca: 2304 kali

Pernyataan resmi tersebut pun memulai kerja sama CCD COE, pusat penelitian keamanan siber NATO di Estonia, dengan para peneliti keamanan siber lain untuk memerhatikan detail dari serangan yang juga meminta korbannya menyerahkan sejumlah dana melalui Bitcoin—seperti pada WannaCry.

Sementara itu, Petya sepertinya dibuat untuk menyerang badan-badan pusat Ukraina. Hal ini bisa dilihat dari kerugian besar yang dialami negara tersebut. Petya sepertinya juga memiliki motif yang berbeda dengan kebanyakan ransomware.

Hal ini yang mencuat dugaan Petya bukan semata kriminal siber. "Serangan ini tidak terlalu rumit, tapi tetap cukup rumit dan memiliki ongkos mahal untuk disiapkan dan dilakukan oleh hacker lepas sebagai latihan," kata CCD COE.

diggdel.icio.usfacebookredditstumbleuponTechnoratiYahoo Buzz!

© Copyrigth @ BeritaNet.co.id 2017
beritanet.co.id v. 0.0.0.2015